Rabu, 18 Desember 2019

HOBBY

Main Futsal dan Badminton di Reham Futsal Semarang.
BIODATA DIRI

NAMA LENGKAP : MUHAMMAD SYAFI'I, S.Tr.Kes

NAMA PANGGILAN : FI'I

JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI TULEN

STATUS : MENIKAH (ISTRI SATU ANAK DUA)

ALAMAT : BATUBARA (MEDAN)

HOBBY : FUTSAL DAN BADMINTON

NO HP : 085262750017

EMAIL : MUSYAGIGI987@GMAIL.COM

Sabtu, 09 November 2019

PENGGUNAAN SIWAK DALAM KEBERSIHAN GIGI

     
       Siwak dalam segi bahasa memberi dua makna yaitu perbuatan melakukan berus dan makna kedua ialah alat yang digunakan untuk bersiwak. Manakala dari segi istilah fuqaha siwak bermakna membersihkan mulut dan gigi dengan menggunakan alat penggosok atau seumpamanya karena menghilangkan kotoran pada gigi (Al-Nawawi, 2002)
     Siwak merupakan bagian dari batang, akar atau ranting tumbuhan Salvadora Persica yang telah digunakan sebagai alat pembersih gigi dan mulut sejak 7000 tahun yang lalu. Siwak memiliki kandungan kimiawi dan beberapa mineral lainnya   yang membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi                                                                           dan gingiva.
        Siwak mempunyai kandungan yang sangat beragam dan bermanfaat bagi rongga mulut. Di dalam siwak mengandung trimethylamine, salvadorine, chloride, flouride, silica, sulphur, minyak mustard, vitamin C, resins dan tannin. Salah satu kandungan siwak yang berguna untuk mencegah terjadinya plak gigi adalah trimethylamine (TMA), zat ini mudah larut dalam air dan berfungsi sebagai zat apung sehingga mampu mencegah endapan (deposit) partikel dan sisa-sisa makanan di rongga mulut khususnya di ruang antar gigi.
PLAK PADA GIGI

                                                             A. Pengertian Plak
     Plak berasal dari kata plague yang berarti lendir yang melekat pada permukaan gigi. dalam plak ini terdapat kuman-kuman dari ludah dan mulut. Plak ini tidak tampak bila dilihat sebab berwarna seperti kaca putih yang amat tipis ( Machfoedz, 2008)


B. Komposisi Plak
     Plak sebagian besar terdiri dari 80% air dan berbagai macam mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu maktriks interseluler yang terdiri atas polisakharida ektraseluler dan protein saliva. Sementara jumlah kumannya kurang lebih 250 juta per mg berat basah plak. Di dalam plak terdapat pula sel-sel epitel lepas, leukosit, partikel-partikel sisa makanan serta garam-garam anorganik terutama kalsium, fosfat dan flour. komposisi matriks interseluler dari plak terdiri dari polisakharida ekstraseluler yang dibentuk dari bakteri jenis tertentu di dalam plak yaitu dari streptococcus (Putri.dkk, 2010)
PENYAKIT TIDAK MENULAR/ NON COMMUNICABLE DISEASE 

A. Pengertian NCD
     Penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk apapun atau penyakit dengan kondisi medis yang kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit -penyakit tersebut mungkin akibat dari faktor genetik atau gaya hidup. Terdapat empat tipe utama penyakit tidak menular yaitu penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernafasan kronik dan diabetes melitus.

Jumat, 08 November 2019

ALAT DAN BAHAN EMERGENCY DI KLINIK GIGI

A. Alat Emergency di Klinik Gigi
      1.      Tabung oksigen
Tabung oksigen sebagai alat bantu bagi penderita yang mengalami gangguan pernafasan.
      2.      Radiografi panoramik
Radiografi panoramik adalah salah satu foto rontgen yang digunakan dalam kedokteran gigi untuk mendapatkan gambar gigi dan jaringan lunak disekitarnta.
      3.      Bleeders margin gigi
Bleeders margin gigi adalah keadaan perdarahan yang disebabkan oleh kempuan pembuluh darah, platelet dan faktor koagulasi pada sistem hemostatis.
ULKUS DECUBITUS PADA GIGI

A. Defenisi 
     Ulkus atau ulser adalah suatu kerusakan lapisan epitel yang berbatas jelas yang membentuk cekungan, ulkus sering ditemukan di rongga mulut (Regezi et al, 2008). Namun demikian, kerusakan ulkus dapat dibedakan dengan erosi karena kerusakan ulkus lebih dalam dan erosi (Gandolfo et al, 2006). 
     Ulkus traumatikus didefinisikan sebagai suatu kelainan yang berbentuk ulkus pada mukosa rongga mulut yang disebabkan oleh paparan trauma (Greenberg, 2008). Ulkus traumatikus merupakan lesi sekunder yang berbentuk ulkus, yaitu hilangnya lapisan epitelium hingga melebihi membrana basalis dan mengenai lamina propria oleh karena trauma (Regezi et al, 2008). 
     Trauma merupakan penyebab tersering terjadinya ulkus pada membran mukosa. Biasanya pasien dapat memperkirakan kejadian yang menimbulkan ulkus. Pada umumnya ulkus terjadi setelah beberapa kali paparan trauma (Sonis et al, 2003).